Konon, orang Vietnam selalu menganggap orang lain itu seperti keluarga. Jadi mereka akan memanggil orang lain dengan panggilan kakak, adik, paman dan lain-lain. Berikut saya sampaikan daftar nama panggilan yang biasa digunakan orang Vietnam.
Catatan: alih-alih menggunakan istilan “tante” saya gunakan istilah “bibi” biar lebih meng-Indonesia. Jadi bibi yang dipakai di sini bukan merujuk ke pembantu rumah tangga; Uwa = pakdhe (dalam bahasa jawa)
Ibu : mẹ (Hanoi); má (Saigon)
Bapak : bố (Hanoi); cha (Saigon)
Adik (laki-laki) : em (trai)
Adik (perempuan) : em (gái)
Kakak (laki-laki) : anh (trai)
Kakak (perempuan) : chị (gái)
Suami : chồng
Isteri : vợ
Anak (laki-laki) : con (trai)
Anak (perempuan) : con (gái)
Paman (dari bapak) : chủ
Paman (dari ibu) : cậu
Bibi (dari bapak) : cô
Bibi (dari ibu) : dì
Kakek (dari bapak) : ông nội
Kakek (dari ibu) : ông ngoại
Nenek (dari bapak) : bà nội
Nenek (dari ibu) : bà ngoại
Bapak mertua : bố vợ
Ibu mertua : mẹ vợ
Uwa (laki-laki) : bác (trai)
Uwa (perempuan) : bác (gái)
Isteri paman dari bapak : thím
Suami bibi dari bapak : chủ
Isteri paman dari ibu : mợ
Suami bibi dari ibu : chủ
Cucu = keponakan : cháu
Ada yang ketinggalan gak ya?
Rasanya segini aja udah bikin pusing kan?
Showing posts with label bahasa. Show all posts
Showing posts with label bahasa. Show all posts
Tuesday, August 5, 2008
Saturday, July 12, 2008
Chào bạn! (mengenal bahasa Vietnam)
Saat pertama kali bertemu orang Vietnam, kata dalam bahasa Vietnam yang paling sederhana dan serbaguna adalah “Chào !” (dibaca cao, dengan c seperti dalam kata”cabe”). Jika ditambah kata Xin (dibaca “sin”) di depannya, akan membuatnya lebih sopan dan formal.
Jika dikombinasikan dengan kata lain, fungsinya akan lebih spesifik, misalnya:
*Chào bạn = hai teman
*Chào mọi người = salam untuk semua
*Chào buổi sáng = selamat pagi
*Chào buoi tối = selamat malam
Perlu diingat, dalam berbahasa Vietnam penggunaan simbol nada dan cara melafalkannya dengan benar sangat penting. Satu kesalahan kecil dalam intonasi bisa membuat artinya berbeda sama sekali.
Bisa dilihat dalam contoh-contoh berikut:
*Cháo (intonasi naik) = bubur
*Chao (datar, tanpa intonasi) = (1) sejenis tahu, juga terbuat dari kedelai, (2) mencuci dengan cara direndam dalam air dan mengocok-ngocok, (3) mengayunkan, (4) menyelam
*Chảo (intonasi 'meliuk') = penggorengan
*Chạo (pengucapan dihentikan tiba-tiba di ujung kata) = sejenis salad dari kulit babi, herbal, tepung beras
*Chão (dibaca ca-o, di Saigon mungkin dibaca dengan intonasi meliuk) = tali / kabel
Nah lho!
Kadang yang membuat saya sulit menggunakan intonasi yang benar adalah karena terdengar lucu buat kuping saya sehingga yang keluar adalah intonasi yang ingin saya dengar, padahal tidak dimengerti orang Vietnam. Banyak teman Indonesia yang merasa frustrasi karena merasa sudah belajar banyak, tetapi saat dipraktekan tidak ada orang Vietnam yang mengerti. Faktor utamanya adalah penggunaan intonasi yang salah.
Subscribe to:
Posts (Atom)