Tuesday, August 5, 2008

Nama Panggilan Kekerabatan Dalam Bahasa Vietnam (mengenal bahasa Vietnam)

Konon, orang Vietnam selalu menganggap orang lain itu seperti keluarga. Jadi mereka akan memanggil orang lain dengan panggilan kakak, adik, paman dan lain-lain. Berikut saya sampaikan daftar nama panggilan yang biasa digunakan orang Vietnam.


Catatan: alih-alih menggunakan istilan “tante” saya gunakan istilah “bibi” biar lebih meng-Indonesia. Jadi bibi yang dipakai di sini bukan merujuk ke pembantu rumah tangga; Uwa = pakdhe (dalam bahasa jawa)

Ibu : mẹ (Hanoi); má (Saigon)
Bapak : bố (Hanoi); cha (Saigon)
Adik (laki-laki) : em (trai)
Adik (perempuan) : em (gái)
Kakak (laki-laki) : anh (trai)
Kakak (perempuan) : chị (gái)
Suami : chồng
Isteri : vợ
Anak (laki-laki) : con (trai)
Anak (perempuan) : con (gái)
Paman (dari bapak) : chủ
Paman (dari ibu) : cậu
Bibi (dari bapak) : cô
Bibi (dari ibu) : dì
Kakek (dari bapak) : ông nội
Kakek (dari ibu) : ông ngoại
Nenek (dari bapak) : bà nội
Nenek (dari ibu) : bà ngoại
Bapak mertua : bố vợ
Ibu mertua : mẹ vợ
Uwa (laki-laki) : bác (trai)
Uwa (perempuan) : bác (gái)
Isteri paman dari bapak : thím
Suami bibi dari bapak : chủ
Isteri paman dari ibu : mợ
Suami bibi dari ibu : chủ
Cucu = keponakan : cháu

Ada yang ketinggalan gak ya?

Rasanya segini aja udah bikin pusing kan?

Saturday, July 12, 2008

Chào bạn! (mengenal bahasa Vietnam)

Saat pertama kali bertemu orang Vietnam, kata dalam bahasa Vietnam yang paling sederhana dan serbaguna adalah “Chào !” (dibaca cao, dengan c seperti dalam kata”cabe”). Jika ditambah kata Xin (dibaca “sin”) di depannya, akan membuatnya lebih sopan dan formal.

Jika dikombinasikan dengan kata lain, fungsinya akan lebih spesifik, misalnya:
*Chào bạn = hai teman
*Chào mọi người = salam untuk semua
*Chào buổi sáng = selamat pagi
*Chào buoi tối = selamat malam

Perlu diingat, dalam berbahasa Vietnam penggunaan simbol nada dan cara melafalkannya dengan benar sangat penting. Satu kesalahan kecil dalam intonasi bisa membuat artinya berbeda sama sekali.

Bisa dilihat dalam contoh-contoh berikut:
*Cháo (intonasi naik) = bubur
*Chao (datar, tanpa intonasi) = (1) sejenis tahu, juga terbuat dari kedelai, (2) mencuci dengan cara direndam dalam air dan mengocok-ngocok, (3) mengayunkan, (4) menyelam
*Chảo (intonasi 'meliuk') = penggorengan
*Chạo (pengucapan dihentikan tiba-tiba di ujung kata) = sejenis salad dari kulit babi, herbal, tepung beras
*Chão (dibaca ca-o, di Saigon mungkin dibaca dengan intonasi meliuk) = tali / kabel

Nah lho!

Kadang yang membuat saya sulit menggunakan intonasi yang benar adalah karena terdengar lucu buat kuping saya sehingga yang keluar adalah intonasi yang ingin saya dengar, padahal tidak dimengerti orang Vietnam. Banyak teman Indonesia yang merasa frustrasi karena merasa sudah belajar banyak, tetapi saat dipraktekan tidak ada orang Vietnam yang mengerti. Faktor utamanya adalah penggunaan intonasi yang salah.

Friday, January 4, 2008

Perayaan Tahun Baru 2008 di KBRI Hanoi

KBRI telah mengundang masyindo di Hanoi untuk merayakan pergantian tahun di KBRI. Asyik banget deh, acaranya seru dan cukup hangat. Maksudnya hangat beneran karena banyak orang di dalam ruangan he...he... (di luar suhunya 16-18oC).

biasa..... pemanasan dulu
Acaranya dimulai jam 19.00, ada band kagetan, nyanyi karaoke dan tentu saja makan-makan. Apalagi disediakan sate dan sop kambing yang insya Allah halal! Ada tahu berontak & wedang jahe juga lho! Top markotob deh! Buat anak kost, kayak saya, tentu saja kesempatan emas. Hajar bleh!

Band Permai sekali lagu manggung, meskipun sang vokalis yang juga lurah Hanoi lagi pulang kampung. Kelihatannya pak Pandji ingin merayakan tahun baru di Monas deh... hi..hi.. Walhasil, ditodong lah vokalis dadakan. Ada Kang Heri yang ngerock, mas Leksi yang romantis, om Herianda yang hip hop (ini apa sih?), mbak Mila dan bli Made yang dangdut abis.
bli Made serasa di kampung halaman, joget bareng Mila



countingdown menyambut pergantian hari
lucu-lucu kan?
pak Iden, pak Djumadi & Harry kebelet joget tapi malu
Acara ditutup dengan countdown berdasarkan WIBS (Waktu Indonesia Bagian jam tangan bu Sofie) dan doa yang dipimpin pak Dadang.

Terima kasih buat seluruh staf KBRI, much well appreciated.

SELAMAT TAHUN BARU 2008