Thursday, May 20, 2010

Roda-Roda Gila

Pernah melihat truk trailer 18 roda yang biasa menarik kontainer? Ada satu yang saya lihat dan menarik perhatian saya, antara takjub dan kesal. Takjub karena tidak membayangkan ada truk yang nyaris semua bannya gak ada yang bener. Kesal sama sopir (atau pemiliknya?) kenapa bisa begitu lalai atas keselamatan dirinya dan pengguna lalu lintas lain. Heran juga kenapa bisa lolos uji KIR oleh DLLAJR (kalau ini pura-pura gak ngerti ;-) ).

Mari kita lihat:

Melihat penampilan fisik, sepertinya ini adalah truk bekas yang diimpor. Body cockpit sudah miring, tapi kata sopirnya : "ini gak apa-apa kok!".

Coba kita lihat semua bannya satu persatu, dimulai dari ban depan kiri ke belakang memutari truk, sampai terakhir roda depan kanan:

Roda #1

Roda # 2 & 3

Roda # 4 & 5
Roda # 6 & 7


Roda # 8 & 9

Roda # 10 & 11

Roda # 12 & 13
Roda # 14 & 15
Roda # 16 & 17
Roda # 18
Bagaimana? Saya sendiri jadi ingat lagu jadul milik Bangkit Sanjaya berjudul "Roda-roda Gila".

Dalam perspektif global, pada tahun 2004 kecelakaan lalu lintas menempati peringkat 9 penyebab kematian global. Peringkat ini diprediksi WHO akan naik menjadi peringkat 5 pada tahun 2030.

WHO mengeluarkan Road Traffic Deaths Index 2009 Rankings. Kali ini, nama Indonesia tidak tercantum di papan atas. Di dalam laporan itu, Indonesia menempati peringkat 91. Di antara negara ASEAN, peringkat Indonesia lebih baik dari Malaysia (peringkat 58), Myanmar (60), Filipina (70) dan Thailand (73). Tidak dijelaskan angka kematian akibat lalu lintas di Indonesia yang lebih kecil dari negara-negara tersebut tadi apakah karena disiplin dan kondisi sarana lalu lintas yang lebih baik atau karena intensitas penggunaan yang lebih rendah.

Ayo lihat ban mobil kita. Ada yang sudah tipis kembangannya? Benjol? Retak? Sudah terlalu banyak tambalan? Seyogyanya kondisi ban menjadi prioritas lebih dibandingkan dengan perangkat audio mobil, misalnya, karena menyangkut keamanan dan keselamatan berkendaraan.

No comments:

Post a Comment